Semangat Kolaborasi Untuk Wujudkan Kampung Hijau Di KBA Banyunganti Kidul

KBA Banyunganti Kidul

Ada yang belum tahu tentang Eco Enzyme? Bagi yang hobi berkebun pasti sudah mengenal istilah Eco Enzyme, karena hasil dari proses eco enzyme ini bisa dijadikan pupuk tanaman, yang tidak hanya membantu menyuburkan tanah serta tanaman saja tapi juga dapat menghilangkan hama serta meningkatkan kualitas buah dan sayuran yang ditanam, bahkan bisa membuat buah menjadi lebih manis lho. Ini baru satu manfaat, belum manfaat lainnya yang ternyata dapat membantu menjaga lingkungan agar tetap bersih dari tumpukan sampah, terutama sampah organik.

Berdasarkan riset yang dilakukan Sustainable Waste Indonesia, diketahui bahwa 60% dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia, terutama dari rumah tangga adalah sampah organik. Sayangnya dari banyaknya sampah tersebut, hanya sebagian kecil yang diolah dan sisanya tidak diolah melainkan ditimbun, dibakar, dibiarkan, atau bahkan dikirim ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sampah organik yang menumpuk jika dibiarkan dalam jangka lama bisa memberikan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal disekitar TPA tersebut.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi keberadaan sampah organik, misalnya dengan mengumpulkan sampah-sampah tersebut untuk kemudian dilakukan tindakan fermentasi. Hasil dari fermentasi sampah-sampah organik inilah yang kemudian disebut Eco Enzyme. Eco Enzyme memiliki banyak sekali manfaat, tidak hanya sebatas digunakan sebagai pupuk tanaman tapi juga sebagai cairan pembersih serbaguna yang bisa dipakai membersihkan pakaian, rumah, bahkan mencuci buah serta sayur. Tidak hanya itu, Eco Enzyme juga digunakan untuk mengusir hama tanaman yang cukup efektif. Bahkan lebih jauh lagi, Eco Enzyme menjadi cara untuk melestarikan lingkungan karena cairan pembersih yang digunakan adalah cairan organik.

Kampung Berseri Astra (KBA) Banyunganti Kidul, Kulon Progo, Yogyakarta menjadi salah satu kampung yang menjadikan pembuatan Eco Enzyme sebagai salah satu program inovatif untuk melindungi lingkungan dari bahaya tumpukan sampah terutama sampah organik yang makin hari makin mengkhawatirkan. Namun jika ditelusuri lebih jauh,  sosialisasi pembuatan Eco Enzyme ini hanya salah satu dari banyaknya program yang sampai saat ini terus dilakukan para penggerak Kampung Berseri Astra (KBA) Banyunganti Kidul untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah Dusun Banyunganti Kidul, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Ada banyak program yang saat ini sedang giat-giatnya dilakukan oleh salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) di Yogyakarta ini, dimana program-program tersebut terintegrasi dalam 4 pilar KBA, yaitu Pilar Pendidikan, Pilar Kewirausahaan, Pilar Lingkungan, dan Pilar Kesehatan. Nah, bagi yang belum mengetahuinya, Astra secara konsisten selama bertahun-tahun mengembangkan suatu program yang merupakan bentuk Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang kemudian dikenal dengan nama Kampung Berseri Astra (KBA). 

Bentuk implementasi program KBA pada masyarakat dilakukan melalui konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar KBA seperti yang sudah disebutkan di atas, yaitu Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Kesehatan. Melalui program KBA ini, diharapkan masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi agar secara bersama-sama dapat mewujudkan wilayah, kampung, atau desa tidak hanya menjadi lebih bersih dan sehat tapi juga produktif, tentunya dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut.

Integrasi 4 Pilar Untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Di KBA Banyunganti Kidul

Sudah pernah mampir di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta? Pastinya sudah kan, karena ada banyak destinasi wisata alam yang nyaris selalu ramai didatangi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Nama Kulon Progo sendiri memiliki arti sebelah barat Sungai Progo (kata Kulon dalam Bahasa Jawa artinya Barat). Secara geografis, di bagian barat laut wilayah kabupaten ini adalah berupa pegunungan atau Bukit Menoreh, dengan puncaknya bernama Puncak Suroloyo (1019 m), yang berbatasan dengan Kabupaten Magelang. Sedangkan di sisi yang lain, yaitu bagian selatan merupakan dataran rendah yang landai hingga ke pantai.

KBA Banyunganti Kidul masuk dalam wilayah Desa Kaliagung, dimana desa ini berada dalam wilayah Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Untuk diketahui, Desa Kaliagung terdiri dari 12 dusun, salah satunya adalah Dusun Banyunganti Kidul. Adapun setiap dusun memiliki ciri khas daerah masing-masing, seperti Dusun Banyunganti Kidul dengan kondisi geografis berupa tanah yang berbukit dan sedikit lahan persawahan. Meskipun memiliki lahan persawahan yang bisa dibilang tidak banyak, namun mata pencaharian pokok warga Dusun Banyunganti Kidul sebagian besar adalah petani. Meskipun begitu, banyak juga warga yang memiliki profesi lain, bahkan saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan kewirausahaan hingga akhirnya Dusun Banyunganti Kidul dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan tangan, yaitu tas rajut.

Selain fokus mengembangkan UMKM beragam produk kerajinan tangan, masyarakat Dusun Banyunganti Kidul juga berkomitmen menjaga kelestarian lingkungannya, salah satunya mengatasi masalah sampah. Masalah sampah menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan di Dusun ini, tidak heran jika kemudian masyarakat melakukan berbagai inovasi untuk mengatasi masalah sampah hingga para penggerak KBA Banyunganti Kidul memasukkan program Rumah Ramah Lingkungan sebagai salah satu program unggulan. Program unggulan inilah yang kemudian membuat Dusun Banyunganti Kidul, Desa Kaliagung terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mewujudkan KBA Banyunganti Kidul menjadi salah satu Kampung Berseri Astra Hijau adalah harapan masyarakat di masa depan, di mana kampung hijau ini tidak hanya memiliki lingkungan hijau yang asri dan sehat semata tapi juga konsisten menerapkan program pelestarian fungsi lingkungan baik pada komponen lingkungan biotik dan abiotik maupun komponen sosial ekonomi, pendidikan, budaya, hingga kesehatan masyarakat. 

Tentu upaya ini tidaklah mudah, namun dengan usaha yang terus-menerus dilakukan para penggerak KBA Banyunganti Kidul, masyarakat akhirnya mau mendukung bahkan berperan aktif menjalankan berbagai program yang terintegrasi dalam 4 pilar Kampung Berseri Astra demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Dusun Banyunganti Kidul dan sekitarnya. Berikut program yang telah dilakukan untuk mengintegrasikan 4 pilar KBA tersebut seperti yang diceritakan oleh Isna Mansuuroh, Koordinator KBA Banyunganti Kidul yang dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp.

Pilar Pendidikan Di KBA Banyunganti Kidul, Kulon Progo

Di pilar pendidikan, KBA Banyunganti Kidul fokus untuk membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang di mulai dari pendidikan anak usia dini atau PAUD. Dengan berdirinya PAUD Agung Lestari III di lingkungan Dusun Banyunganti Kidul, diharapkan akan semakin banyak anak-anak usia dini yang memiliki kesempatan belajar banyak pengetahuan baru dan melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat agar lebih siap memasuki jenjang pendidikan dasar.

Selain PAUD, Di KBA Banyunganti Kidul juga terdapat Kelompok Taman Bacaan Masyarakat yang fokus mengelola Taman Baca Masyarakat "Baitul Ummah." Salah satu cara meningkatkan kualitas hidup masyarakat adalah melalui peningkatan literasi, untuk itulah para penggerak KBA Banyunganti Kidul tidak pernah lelah mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan literasinya melalui kegiatan membaca. Tidak heran kalau dilingkungan Taman Baca Masyarakat Baitul Ummah terdapat spanduk yang bertuliskan kalimat motivasi, yaitu dengan membaca bisa mengubah dunia, dengan menulis bisa menciptakan perubahan.

Taman Baca Masyarakat Baitul Ummah di KBA Banyunganti Kidul dikelola secara sederhana, swakarsa, swadana, dan swasembada oleh masyarakat dengan tujuan untuk memudahkan dan memberikan akses pelayanan bahan bacaan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan literasi sekaligus kualitas hidup masyarakat. Di Taman Baca Baitul Ummah, tidak hanya memberikan akses membaca beragam tema serta jenis buku pada anak-anak, tapi juga orang tua dengan harapan dapat membuka wawasan ilmu pengetahuan baru dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya di Dusun Banyunganti Kidul, Kulon Progo.

Pilar Kesehatan Di KBA Banyunganti Kidul, Kulon Progo

Di pilar kesehatan, ada kegiatan Posyandu Balita Agung Lestari III yang secara rutin diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di lingkungan KBA Banyunganti Kidul. Ada banyak aktivitas yang dilakukan saat jadwal posyandu tiba, antara lain pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, pemberian imunisasi, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, serta edukasi tentang perilaku hidup sehat. Saat kegiatan posyandu tiba, tidak jarang anak-anak diberikan makanan sehat dan ibu diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana membuat menu makanan sehat untuk anak-anaknya.

Selain kegiatan Posyandu Balita, di KBA Banyunganti Kidul juga diselenggarakan program Posyandu Lansia Lestari. Kegiatan posyandu lansia ini umumnya berupa pemeriksaan kesehatan secara umum dan tentu saja dibarengi dengan ajakan untuk menjalani pola hidup sehat. Para lansia di Dusun Banyunganti Kidul juga diajarkan untuk melakukan deteksi dini berbagai penyakit yang umumnya diderita para lanjut usia. Agar kesehatan masyarakat di Dusun Banyunganti tetap terjaga, ada kegiatan puskesmas keliling yang dilakukan pihak Puskesmas Sentolo 1, dengan tujuan menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan kesehatan secara langsung karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan.

Di Dusun Banyunganti Kidul yang merupakan bagian dari wilayah Desa Kaliagung juga terdapat Kelompok Kerja Desa Sehat (Pokja Desa Sehat). Adapun dibentuknya Pokja Desa Sehat di Desa Kaliagung sendiri merupakan wadah bagi masyarakat desa atau yang bergerak di bidang usaha ekonomi, sosial, budaya, dan kesehatan untuk menyalurkan aspirasi serta berpartisipasi dalam kegiatan untuk mewujudkan lingkungan desa yang bersih, aman, nyaman, dan sehat sehingga memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pilar Kewirausahaan Di KBA Banyunganti Kidul, Kulon Progo

Siapa nih yang suka sekali dengan batik bahkan memiliki koleksi kain atau baju batik dengan beragam motif? Bagi yang belum mengetahuinya, Desa kaliagung termasuk Dusun Banyunganti Kidul juga dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan batik, yaitu Kaliagung Batik. Kaliagung Batik memiliki motif atau corak yang khas, yang membuatnya sangat mudah dikenali diantara sentra kain batik lainnya di Yogyakarta. Kaliagung Batik yang dikembangkan di KBA Banyunganti Kidul berjenis batik tulis, dimana proses pengerjaan pembuatan kain batik dilakukan secara manual, umumnya menggunakan canting.

Untuk lebih meningkatkan kemampuan membatik di kalangan ibu rumah tangga dan remaja putri, secara teratur diadakan pelatihan membatik. Melalui pelatihan membantik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas batik tulis yang diproduksi oleh ibu-ibu di Dusun Banyunganti Kidul. Pelatihan membatik di KBA Banyunganti Kidul tidak hanya ditujukan untuk ibu rumah tangga dan remaja putri, tapi juga untuk para difabel yang tinggal di lingkungan Dusun Banyunganti. Tujuannya agar para difabel ini memiliki kesempatan yang sama dengan warga masyarakat lainnya, yaitu memiliki keahlian untuk meningkatkan kualitas hidupnya. 

pilar kewirausahaan KBA Banyunganti Kidul
Pendampingan Difabel untuk Pelatihan Membatik

Selain upaya keras menjadikan Dusun Banyunganti Kidul sebagai salah satu sentra kerajinan batik di Desa Kaliagung, juga dikembangkan usaha lain, yaitu Kerajinan Bambu Wulung. Bambu wulung menjadi pilihan untuk dibuat berbagai kerajinan, seperti kursi, meja, dan lainnya karena memiliki batang bambu yang cukup kuat, keras, lurus, dan rata. Selain itu, bambu wulung juga mudah dibelah, dibentuk, dikerjakan, dan diangkut, sehingga banyak pengrajin menggunakan bambu wulung untuk dibuat beragam perabot rumah tangga. Kerajinan bambu wulung khas Dusun Banyunganti Kidul ini bisa dibilang cukup laris dan dipasarkan hingga ke luar desa.

Sebagian masyarakat Dusun Banyunganti Kidul sejak lama sudah mengembangkan Budidaya Jamur, hingga akhirnya terbentuklah Kelompok Budidaya Jamur. Budidaya jamur menjadi pilihan karena budidaya ini bisa memanfaatkan limbah organik yang mudah dijumpai di lingkungan desa. Budidaya jamur juga membantu menjadikan lingkungan desa lebih bersih dan sehat. Budidaya jamur juga tidak memerlukan lahan yang luas, selain di jual hasil panen jamur juga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi keluarga. Tidak heran jika Kelompok Budidaya Jamur di KBA Banyunganti Kidul tetap eksis dari tahun ke tahun, bahkan lahannya makin bertambah banyak seiring meningkatnya permintaan dari pasar.

Program kewirausahaan lain yang saat ini terus dikembangkan adalah membuat aneka kreasi kerajinan dengan memanfaakan sampah, terutama kaleng bekas. Kerajinan Burung Merak yang terbuat dari kaleng bekas ini bahkan sudah menembus pasar hingga ke luar daerah berkat kualitas kerajinan yang makin ditingkatkan. Tentu, keberhasilan ini membuat warga masyarakat di lingkungan KBA Banyunganti Kidul makin bersemangat untuk berwirausaha. Dengan bekal pendidikan yang baik dan kesehatan yang prima, para pengrajin burung merak dari kaleng bekas terus berinovasi agar menghasilkan produk UMKM yang berkualitas dan bisa memperluas pasar hingga mancanegara.

Pilar Lingkungan Di KBA Banyunganti Kidul, Kulon Progo

Program KBA Banyunganti Kidul selanjutnya adalah Bank Sampah, dimana program bank sampah ini berkaitan erat dengan pilar kewirausahaan. Sampai saat ini, bank sampah dinilai sangat efektif untuk mengurangi sampah sekaligus meminimalisir pencemaran lingkungan akibat sampah. Di KBA Banyunganti Kidul, sampah-sampah anorganik atau sampah kering dikumpulkan di tempat khusus, untuk kemudian diangkut ke penampungan. Biasanya sampah-sampah yang sulit terurai ini akan dimanfaatkan atau dibuat berbagai produk kerajinan sehingga memberikan nilai tambah secara ekonomis.

Di KBA Banyunganti Kidul, sampah anorganik yang dikumpulkan melalui bank sampah di buat berbagai kerajinan, salah satunya adalah kerajinan burung merak yang terbuat dari kaleng bekas. Tidak kaleng-kaleng, kerajinan burung merak dari sampah daur ulang ini bisa dipasarkan hingga ke luar daerah bahkan saat ini sedang memenuhi permintaan pasar mancanegara. Selain dibuat aneka kerajinan, sampah anorganik ini juga digunakan untuk pembuatan bahan bangunan. Adapun sampah anorganik yang dipakai adalah yang tidak laku terjual, seperti kaca atau styrofoam.

Aksi melestarikan lingkungan selanjutnya adalah dengan membentuk Kelompok Wanita Tani "Bunda Mandiri." Ada berbagai kegiatan yang dilakukan kelompok wanita tani di KBA Banyunganti Kidul ini, salah satunya adalah mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanami tanah tersebut aneka sayuran dan buah-buahan. Lahan yang semula tidak produktif dan merupakan lahan kosong, kini ditumbuhi berbagai tanaman sayuran yang hasil panennya bisa dipetik untuk dikonsumsi warga masyarakat Dusun Banyunganti Kidul Sendiri. Menurut narasumber, Isna Mansuuroh, program ini menjadi salah satu cara meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di lingkungan dusun tersebut.

pilar lingkungan KBA Banyunganti Kidul
Praktek Pembuatan Eco Enzyme

Jika sampah anorganik dibuat aneka kerajinan yang saat ini telah memberikan manfaat ekonomis, sampah organik di lingkungan KBA Banyunganti Kidul pun dikelola dan dijadikan Eco Enzyme. Meskipun cara pemanfaatan ini bisa dibilang baru dilakukan, namun ada dua potensi yang bisa didapatkan jika cara pengelolaan sampah organik ini konsisten dilakukan, yaitu menjadikan lingkungan lebih bersih dan sehat juga manfaat secara ekonomis. Sudah dijelaskan sekilas di awal artikel bahwa Eco Enzyme memiliki banyak sekali manfaat, diantaranya:

  • Bisa dijadikan cairan pembersih serbaguna, seperti membersihkan baju, perabotan rumah, bahkan mencuci buah serta sayuran.
  • Bagi yang hobi bercocok tanam, bisa dijadikan pupuk untuk membantu menyuburkan tanaman, menghilangkan hama, hingga meningkatkan rasa serta kualitas buah atau sayuran yang akan dipanen.
  • Bagi yang tidak suka dilingkungan rumahnya banyak hama, seperti kecoa, semut, lalat, dan sebagainya. Gunakan cairan Eco Enzyme, maka semua hama tersebut bisa terusir tanpa harus repot membeli pengusir hama berbahan kimia.
  • Lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, karena cairan ini adalah pembersih alami atau organik yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang pada akhirnya berpotensi mencemari udara, tanah, air, sungai, hingga laut.
Ternyata cukup banyak program yang sudah dijalankan warga masyarakat Dusun Banyunganti Kidul demi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Terpilihnya dusun ini menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih kreatif memanfaatkan potensi sumber daya di lingkungan desa, mau belajar lebih keras untuk membuka wawasan dan ilmu baru, yang pada akhirnya akan mengangkat perekonomian masyarakat di lingkungan KBA Banyunganti Kidul hingga akhirnya kualitas hidup masyarakat pun akan mengalami peningkatkan hingga mampu mewujudkan KBA Banyunganti Kidul menjadi Kampung Berseri Astra Hijau di masa depan.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar