Sinergi 4 Pilar Untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Di KBA Lengkong Kulon

KBA Lengkong Kulon

Pagi itu, ada yang berbeda dengan Kampung Sawah, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, suasana yang biasanya sunyi tiba-tiba dipenuhi dengan tawa serta ramainya celotehan anak-anak yang masih berusia Paud dan Taman Kanak-kanak (TK) sedang melakukan aktivitas belajar menanam pohon. Senang dan gembira? Sudah pasti, karena aktivitas seperti ini sesungguhnya sangat disukai anak-anak. Ada yang asyik mengamati bibit pohon yang akan ditanamnya, ada juga yang agak cerewet bertanya ini dan itu tentang pohon serta tumbuhan yang dilihatnya, dan ada juga yang fokus berusaha untuk menanam pohon yang dibagikan kakak pemandu acara Eco Edukasi tersebut.

Tahun demi tahun sudah berlalu, Ecowisata Kebun Sabilulungan di KBA Lengkong Kulon ini secara perlahan mulai mengembangkan fungsinya tidak hanya sekadar memperdayakan lahan produktif untuk kebutuhan warga masyarakat semata tapi juga mulai memasukkan unsur edukasi terutama sehingga fungsi Ecowisata bisa dimaksimalkan. Sampai saat ini, selain sekolah dilingkungan Kampung Sawah Desa Lengkong Kulon, banyak juga sekolah lain yang memanfaatkan aktivitas Ecowisata Kebun Sabilulungan ini untuk kegiatan edukasi, misalnya belajar mengenal bermacam tumbuhan, belajar bercocok tanam, dan masih banyak lagi.

Tidak tanggung-tanggung, banyak sekolah terutama Paud atau Kelompok Bermain (KB) serta TK yang berasal dari luar kecamatan mengunjungi lokasi Ecowisata ini. Ini membuktikan kalau Pilar Lingkungan di KBA Lengkong Kulon kini mulai bersinergi dengan pilar lainnya, terutama Pilar Pendidikan. Sebenarnya 4 pilar yang sampai saat masih masih digaungkan oleh Astra bukanlah hal baru. 

Terhitung sudah cukup banyak desa dan kampung di seluruh Indonesia yang terpilih menjadi salah satu KBA (Kampung Berseri Astra). Tentu saja, untuk terpilih menjadi salah satu keluarga besar KBA ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Tapi yang pasti desa atau kampung tersebut sudah memiliki program dan sudah melaksanakan 4 pilar Astra, yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan.

Bagi yang belum mengetahuinya, Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan. 

Melalui Kampung Berseri Astra ini, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga kedepannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang ada di Kampung Berseri Astra tersebut, dimana salah satunya adalah KBA Lengkong Kulon yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.

Sinergi 4 Pilar Untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat KBA Lengkong Kulon

Pilar Lingkungan yang kini mulai berkembang dan memberikan banyak kontribusi untuk masyarakat tidak hanya di lingkungan KBA Lengkong Kulon tapi juga di desa dan kampung lain, mulai memantapkan diri menjadi salah satu tujuan Ecowisata edukasi di kawasan Kabupaten Tangerang. Tidak heran jika banyak sekolah terutama Paud dan TK yang sudah memanfaatkan program ini. Tapi apakah hanya pilar Lingkungan yang sampai saat ini masih memberikan kontribusi untuk masyarakat KBA Lengkong Kulon? 

Tentang Desa Lengkong Kulon

Sebelum dikenal sebagai salah satu KBA Lengkong Kulon, Desa Lengkong Kulon merupakan salah satu desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Selain dikenal sebagai KBA Lengkong Kulon, desa ini juga dikenal sebagai desa Lengkong Terjepit, karena letaknya yang berada ditengah kawasan kota, yaitu BSD. Meskipun letaknya di tengah kota (BSD), Desa Lengkong Kulon ini juga dikenal memiliki nama lain, yaitu Lengkong Kyai karena menjadi salah satu lokasi terjadinya penyebaran Agama Islam di Tangerang.

Desa Lengkong Kulon, Pagedangan
Sumber foto: Dokpri

Jika ditelusuri lebih mendalam, Lengkong Kulon memiliki banyak sekali momen historitikal yang menjadikan desa ini kental dengan budaya Islam. Ditambah lagi, di kawasan Lengkong Kulon ini terdapat makam pahlawan Aria Wangsakara yang memiliki nama besar dalam sejarah perkembangan Islam di Tangerang. Tidak heran jika sampai saat ini, Desa Lengkong Kulon menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan Islam. Apalagi seni kaligrafi khas lengkong terus berkembang  dan banyak menghiasi berbagai masjid.

Selain kental dengan budaya Islam, Desa Lengkong Kulon juga memiliki banyak sekali potensi untuk dikembangkan, apalagi letak desa ini berhimpitan dengan kawasan BSD yang dikenal sebagai kawasan ekonomi dan perumahan modern. Potensi inilah yang kemudian dikembangkan dalam bentuk 4 pilar hingga akhirnya Desa Lengkong Kulon terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra.

Satu lagi yang menjadi nilai plus bagi warga masyarakat Desa Lengkong Kulon, yaitu kekompakan atau semangat guyupnya. Meskipun berada di tengah kawasan yang terbilang modern, tapi semua warga hidup rukun, saling mengenal, gotong-royong, dan saling membantu jika ada yang kesusahan. Nilai inilah yang jarang ditemukan di masyarakat modern sekarang, di mana masing-masing orang sibuk dengan aktivitas dan dirinya sendiri, serta jarang bersosialisasi dengan lingkungannya.

Jika ditelusuri ke belakang sejenak, Astra memulai Program Kampung Berseri Astra di Desa Lengkong Kulon sejak tahun 2016. Adapun pilar pertama yang berhasil dijalankan adalah pilar Kesehatan melalui Posyandu Melati 3 Desa Lengkong Kulon. Namun dalam perkembangnya, sejak 2018 mulai dikembangkan potensi pilar lainnya, yaitu Pendidikan, Lingkungan, hingga Kewirausahaan. Sampai akhirnya KBA Lengkong Kulon mendapat peringkat utama atau bintang 4 untuk tingkatan KBA...hmmm sepertinya salah satu alasannya karena KBA Lengkong Kulon berhasil memaksimalkan potensi 4 pilar tersebut.

Pilar Pendidikan Di KBA Lengkong Kulon

Sekilas nampak seperti gerobak biasa, tapi jangan salah ini adalah Gerobak Pintar atau Gerobak Baca sebagai bentuk apresiasi dari Astra untuk menunjang keberhasilan pilar Pendidikan di KBA Lengkong Kulon. Keberadaan gerobak baca ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak sehingga diharapkan kemampuan literasi anak sejak dini juga mengalami peningkatan. Apalagi selama ini minat baca di kalangan anak di Indonesia terus menurun, salah satu penyebabnya adalah makin masifnya pemakaian gadget di kalangan anak-anak. 

Gerobak Pintar KBA Lengkong Kulon
Sumber foto: Dokpri

Gerobak Baca atau Literasi ini juga menjadi salah satu fasilitas yang diberikan untuk Taman Baca. Sejak dulu, Taman Baca di Lengkong Kulon menjadi tempat berkumpulnya anak-anak, terutama yang masih berusia Paud, TK, dan SD. Ada banyak aktivitas yang dilakukan anak-anak, diantaranya membaca buku, bermain, menggambar atau mewarnai, dan terkadang juga ada aktivitas mendongeng.

pendidikan di KBA Lengkong Kulon
Sumber Foto: Dokpri

Selain itu, KBA Lengkong Kulon sampai hari ini fokus mengembangkan pendidikan untuk anak usia dini, yang diwujudkan dalam bentuk pendidikan di PAUD Azzahra. Tidak hanya menyelenggarakan kelas Paud, di sini juga terdapat anak-anak usia TK, sehingga bagi anak-anak yang tinggal di Desa Lengkong Kulon tidak perlu mencari Paud atau TK hingga keluar desa. Sama seperti Paud atau TK lainnya, anak-anak juga mendapatkan banyak materi pelajaran, termasuk diajarkan bagaimana menjaga lingkungan, kesehatan, bahkan semangat kewirausahaan.

Pilar Kesehatan Di KBA Lengkong Kulon

Seperti yang sekilas disinggung sebelumnya, pilar Kesehatan inilah yang mengantarkan Desa Lengkong Kulon menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA), melalui kegiatan Posyandu Melati 3. Posyandu ini pun terus berkembang, tidak hanya fokus untuk menjalankan program posyandu pada umumnya, yaitu meningkatkan gizi anak-anak melalui berbagai aktivitas edukasi dan pemberian makanan yang mengandung nutrisi tinggi agar makin banyak anak yang terbebas dari stunting, tapi juga membantu ibu hamil mencarikan solusi atas masalah kesehatan yang dialaminya.

Oh iya, di Posyandu Melati 3 juga ada Kelas Hamil, yang sangat membantu calon ibu yang sedang menjalankan program kehamilan. Selain itu, terdapat juga layanan POSBINDU (Pos Pembinaan Terpadu) untuk Penyakit Tidak Menular (PTM). Adapun sasaran posbindu adalah masyarakat dengan kelompok usia 15 tahun ke atas. Keberadaan posbindu ini untuk membantu masyarakat yang mengalami PTM seperti hipertensi, kanker, gagal ginjal, hingga diabetes melitus. 

Secara berkala, POSBINDU menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan skrining kesehatan demi untuk memutus mata rantai PTM dan membantu warga masyarakat khususnya di KBA Lengkong Kulon untuk mendeteksi kesehatan sejak dini. Dengan CERDIK (Cek Kesehatan Secara Berkala) diharapkan kualitas kesehatan warga desa akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kesehatan yang maksimal, maka diharapkan kualitas hidup masyarakat di KBA Lengkong Kulon menjadi lebih baik.

skrining kesehatan di KBA Lengkong Kulon
Sumber Foto: IG @kba.lengkongkulon

Bagaimana dengan kegiatan untuk remaja? Masyarakat usia remaja pun tidak luput dari pantauan petugas kesehatan yang ada di lingkungan KBA Lengkong Kulon. Berbagai kegiatan bertema khas remaja pun telah diselenggarakan, seperti penyuluhan kesehatan tentang bahaya narkoba, kesehatan untuk remaja putri, dan masih banyak lagi. Diharapkan dengan kegiatan edukasi ini para remaja yang tinggal di lingkungan KBA Lengkong Kulon akan lebih memahami pentingnya menjaga aset kesehatan dalam dirinya untuk masa depan lebih cerah dan sehat.

Pilar Kesehatan di KBA Lengkong Kulon masih berlanjut dengan kegiatan Si ASIX, singkatan dari ASI (Air Susu Ibu) eXklusif. Adapun program unggulan kesehatan yang sampai saat ini masih rutin dilaksanakan adalah sebagai bentuk apresiasi bagi para ibu menyusui yang telah lulus memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya tanpa memberikan asupan lain. Selain bertujuan ikut menyukseskan program pemerintah memberantas stunting, juga sebagai bentuk dukungan upaya pemerintah agar ibu menyusui bisa memberikan hak anak, yaitu ASI Eksklusif untuk buah hati tercinta.

Apa saja bentuk kegiatannya? Selain membantu para ibu menyusui dengan memberikan berbagai informasi kesehatan dari sumber terpercaya, memberikan edukasi, juga tidak lupa bagi ibu menyusui yang telah lulus memberikan ASI Eksklusif akan diberikan sertifikat serta piala. Selain itu, bekerja sama dengan berbagai rumah sakit di sekitar KBA Lengkong Kulon, secara rutin diselenggarakan kelas seperti kelas hamil serta USG gratis untuk para ibu yang tinggal di KBA Lengkong Kulon.

Pilar Lingkungan Di KBA Lengkong Kulon

Khusus untuk pilar Lingkungan di KBA Lengkong Kulon sekilas sudah disinggung di awal artikel. Yap...benar, KBA Lengkong Kulon memiliki kebun komunitas yang bernama Kebun Sabilulungan. Sabilulungan berasal dari bahasa Sunda yang artinya Gotong Royong. Kebun komunitas yang digarap bersama warga masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan kemandirian dalam hal penyediaan bahan pangan, setidaknya di lingkungan KBA Lengkong Kulon. 

Selain itu, kegiatan bercocok tanam ini juga merupakan wujud nyata dari kegiatan ProKlim (Program Kampung Iklim) untuk bersama-sama melakukan aksi yang dimulai dari lingkungan desa demi meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Sudah tahu kan bagaimana dampak perubahan cuaca yang makin lama makin ekstrim, tidak hanya berdampak bagi kesehatan tubuh tapi juga lingkungan.

taman toga di KBA Lengkong Kulon
Sumber Foto: Dokpri

Kebun Komunitas Sabilulungan ini di buat dengan memanfaatkan tanah wakaf yang digunakan sebagai tempat pemakaman umum seluas kurang lebih 300 meter. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Masjid Al-Istiqomah, cukup jalan kaki sudah sampai di lokasi. Ada berbagai tanaman di Kebun Sabilulungan ini, seperti sayur-sayuran antara lain terong, kangkung, bayam, caisim, pokcoy, seledri, ubi, dan beragam tanaman lainnya untuk dikonsumsi. Uniknya, tanaman di sini adalah tanaman organik yang meniadakan unsur kimia, baik dari perawatan tanaman hingga panen.

Untuk pupuknya, masyarakat bergotong-royong mengolah pupuk organik dari berbagai sampah organik di sekitar KBA Lengkong Kulon. Sampah organik terutama daun-daunan dikumpulkan dalam tong atau wadah tertutup yang disebut komposter. Dalam wadah tertutup tersebut, sampah yang berasal dari daun-daunan akan dibusukan menggunakan cairan pembusuk alami. Selama proses tersebut akan tercipta kompos cair yang akan digunakan sebagai pestisida alami...harus coba dirumah!

Oh iya, untuk aktivitas ini sudah ada jadwalnya lho, termasuk masa tanam sayuran, seperti waktu tanam hingga perkiraan waktu tanam serta kendala yang mungkin saja dialami. Dengan pencatatan tersebut, selain tahu kapan sayuran bisa dipanem juga mengetahui masalah atau hambatan apa saja jika tanaman tersebut gagal panen. Selain tanaman konsumsi, Kebun Sabilulungan juga mulai membuat Taman Toga (Tanaman Obat Keluarga), di mana di area Taman Toga ini ditanam berbagai jenis tanaman yang memiliki khasiat untuk obat-obatan.

Pilar Kewirausahaan Di KBA Lengkong Kulon

KBA Lengkong Kulon memiliki beberapa aktivitas kewirausahaan yang tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi pelakunya tapi juga sebagai penopang bagi pilar lainnya, terutama pilar lingkungan. Hal ini terlihat dari UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang mengembangkan produk olahan makanan dan minuman untuk dijual hingga daerah terdekat Lengkong Kulon. Inilah salah satu keunikan di KBA Lengkong Kulon, di mana keempat pilar saling bersinergi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

kewirausahaan di KBA Lengkong Kulon
Sumber Foto: Dokpri

Salah satu bentuk sinerginya adalah hasil panen dari Kebun Sabilulungan, seperti cabai, kangkung, kacang panjang, caisim, pokcoy, bayam, terong, jagung, labu, dan lainnya, akan dikemas dalam plastik hingga siap dipasarkan. Pengemasan ini akan membuat hasil panen terlihat lebih bersih dan berkualitas sehingga menambah nilai jual, apalagi semua hasil panen ini adalah tanaman organik. Selain menjual berbagai sayuran dan buah-buahan, KBA Lengkong Kulon juga menjual berbagai jenis bibit tanaman yang berkualitas

Selain mengemas hasil panen sayuran dan buah-buahan dari Kebun Sabilulungan, pilar Kewirausahaan di KBA Lengkong Kulon juga diramaikan dengan usaha produk minuman segar yang pastinya menyehatkan, seperti sirsak, buah bacang, dan lainnya. Minuman ini sudah dikemas dalam botol dan biasanya dipasarkan dilingkungan desa serta daerah luar desa terdekat. Semua aktivitas kewirausahaan ini dikerjakan secara gotong royong oleh warga desa. Tidak hanya itu, secara berkala KBA Lengkong Kulon mendapatkan berbagai pelatihan kewirausahaan dari instansi terkait.

Pelatihan inilah yang akhirnya mendorong masyarakat di Lengkong Kulon untuk mengeluti usaha lain, seperti ternak lele dan aneka minuman herbal. Dengan inovasi usaha yang masif, diharapkan pilar Kewirausahaan di KBA Lengkong Kulon memberikan dampak nyata bagi peningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. 

Sinergi antara empat pilar, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Kewirausahaan diharapkan akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di Desa Lengkong Kulon. Di mana warga yang memiliki pendidikan berkualitas, sehat secara fisik juga mental, ditunjang dengan lingkungan yang bersih serta produktif, akan mampu meningkatkan semangat berwirausaha. 

Semoga keberhasilan KBA Lengkong Kulon ini bisa menginspirasi desa dan kampung lainnya untuk memaksimalkan potensi desa/kampungnya sehingga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar