Melihat Dari Dekat Kampung Nelayan KBA Tanjung Binga, Kampung Wisata Belitung Masa Depan

KBA Tanjung Binga Belitung

Sudah pernah ke Belitung? Bagi yang memiliki hobi traveling, nama Pulau Belitung pasti sudah tidak asing lagi karena daerah yang terletak di Pulau Sumatera ini dikenal memiliki cukup banyak destinasi wisata, khususnya pantai dan laut, salah satunya adalah Pantai Bukit Berahu. Pantai berpasir putih dengan ombak yang cukup tenang ini sangat memanjakan mata, tidak heran jika libur tiba cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung. Tidak jauh dari Pantai Bukit Berahu terdapat perkampungan nelayan yang dikenal sebagai Kampung Nelayan Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Belitung.

Seperti apa wajah Kampung Nelayan Tanjung Binga? Sebenarnya sama seperti perkampungan nelayan pada umumnya, dimana saat melintasi kampung nelayan ini akan disuguhkan pemandangan ikan-ikan hasil tangkapan yang dijemur disepanjang jalan. Tidak heran jika kampung ini dikenal juga sebagai salah satu desa atau kampung penghasil ikan asin terbesar di Belitung.

Pemandangan kapan-kapal nelayan yang berlabuh di pinggir pantai juga merupakan pemandangan yang nyaris akan selalu dilihat sebelum nelayan berangkat dan kembali dari aktivitas melaut. Kampung Nelayan Tanjung Binga ini dihuni sekitar 100 kepala keluarga, dan jika ditelusuri sejarahnya, para penduduk kampung nelayan ini bukanlah warga asli Belitung melainkan warga pendatang yang berasal dari daerah Bugis, Sulawesi Selatan. Tahun demi tahun berlalu, hingga akhirnya bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di Belitung bahkan tetap mempertahankan keahlian dalam mencari ikan hingga akhirnya kampung ini dikenal sebagai salah satu perkampungan nelayan yang potensial di Kecamatan Sijuk, Provinsi Bangka Belitung.

kampung wisata KBA Tanjung Binga
Foto: IG @kba.tanjungbinga

Tahun 2017 menjadi tahun yang membawa banyak sekali perubahan untuk Kampung Nelayan Tanjung Binga, dimana kampung ini terpilih menjadi salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) hingga akhirnya dikenal juga dengan nama KBA Tanjung Binga. Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat melalui konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan. Melalui 4 pilar ini KBA, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra (KBA) tersebut.

Integrasi 4 Pilar KBA Tanjung Binga, Belitung

Dikenal sejak dulu sebagai salah satu perkampungan nelayan di Kecamatan Sijuk, tentu melihat aktivitas nelayan baik yang sedang melaut maupun sedang mengolah ikan-ikan hasil tangkapanya tentu adalah pemandangan yang biasa. Biasanya, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan Tanjung Binga selain dijual di seluruh daerah Belitung, juga ada yang beberapa dijual hingga ke Jakarta. 

Selain menjual ikan hasil tangkapan secara langsung, masyarakat di Tanjung Binga juga kreatif mengolah ikan hasil tangkapan menjadi berbagai produk yang memberikan nilai ekonomis lebih tinggi, seperti ikan asin atau bahkan dijadikan keripik ikan asin. Jangan salah lho, keripik ikan asin khas Tanjung Binga ini cukup dikenal bahkan digemari masyarakat, bahkan dijadikan salah satu oleh-oleh khas lokal bagi wisatawan yang berwisata ke Belitung atau Pantai Bukit Berahu.

Terpilihnya Kampung Nelayan Tanjung Binga menjadi salah satu KBA ini tidak lepas dari keberhasilan masyarakat yang bahu-membahu berusaha mewujudkan impian menjadi salah satu desa wisata masa depan di Belitung. Ada banyak potensi yang bisa dimaksimalkan di KBA ini sehingga perlahan namun pasti berusaha menginterasikan 4 pilar KBA dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Lantas, bagaimana konsep pengembangan terintegrasi empat pilar kontribusi sosial berkelanjutan? Simak penjelasannya berikut ini.

Pilar Pendidikan Di KBA Tanjung Binga, Belitung

Upaya untuk mengembangkan Kampung Nelayan Tanjung Binga agar menjadi salah satu kampung wisata mengingat daerah ini masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Untuk itu, KBA Tanjung Binga sangat membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berpendidikan tapi juga kreatif dan inovatif. Alasan inilah yang membuat KBA Tanjung Binga fokus untuk mengembangkan pendidikan mulai dari pendidikan dasar, yaitu Paud dan Taman Kanak-kanak, salah satunya adalah TK Anggrek KBA Tanjung Binga.

Ada banyak aktivitas yang dilakukan para penggerak KBA Tanjung Binga melalui taman kanak-kanak ini, seperti membantu memfasilitasi alat-alat untuk meningkatkan fungsi saraf motorik dan imajinasi anak-anak, menyediakan fasilitas ruang baca untuk anak-anak untuk menumbuhkan minat baca anak, menyusun balok, dan masih banyak lagi. Untuk mewujudkan KBA Tanjung Binga menjadi kampung wisata bertaraf internasional. tentu masyarakat terutama generasi muda Tanjung Binga harus menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris dengan baik.

Upaya ini direalisasikan dengan cara mendirikan Rumah Bahasa KBA Tanjung Binga. Program pembelajaran dan pelatihan bahasa Inggris ini ditujukan untuk para remaja dan pelaku usaha sebagai bagian dari upaya mempersiapkan Tanjung Binga menjadi salah satu destinasi wisata nasional dan internasional. Fokus mempersiapkan generasi muda yang berpendidikan dan berkualitas menjadi salah satu tujuan KBA Tanjung Binga untuk menapaki jalan menuju Desa wisata yang berwawasan dan berkelanjutan.

Pilar Kewirausahaan Di KBA Tanjung Binga, Belitung

Sebenarnya untuk urusan semangat berwirausaha di Tanjung Binga bukanlah hal baru karena sudah sejak lama warga kampung Tanjung Binga sudah terbiasa memanfaatkan ikan-ikan hasil tangkapannya agar lebih memberikan nilai tambah dengan membuat aneka makanan khas, terutama ikan asin. Tidak heran jika Kampung Nelayan Tanjung Binga juga dikenal sebagai penghasil ikan asin terbesar di Kecamatan Sijuk bahkan di Belitung. Ikan khas produkti Tanjung Binga ini juga dikirim ke berbagai kota di luar Belitung lho, ada pula yang dikirim ke luar negeri.

Kini tidak hanya ikan asin lho, karena UMKM di KBA Tanjung Binga terus berkembang hingga berhasil memproduksi keripik ikan asin dan kerupuk ikan, dua jenis camilan yang sangat disukai masyarakat Indonesia. Upaya untuk menghasilkan produk UMKM yang berkualitas dan memenuhi standar kesehatan yang aman untuk dikonsumsi terus dikebut. Tahun 2019 lalu, KBA Tanjung Binga bekerja sama dengan LPPOM MUI sudah memberikan serifikasi halal pada berbagai produk makanan UMKM Tanjung Binga untuk memperluas pasar. Sertifikasi ini merupakan cara untuk menghasilkan produk halal food sebagai bagian dari misi besar menuju Desa wisata yang berwawasan dan berkelanjutan.

Pilar Lingkungan Di KBA Tanjung Binga, Belitung

Upaya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat tentu adalah bagian penting dari misi menjadikan KBA Tanjung Binga sebagai kampung wisata yang berwawasan dan berkelanjutan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan adalah dengan membiasakan warga mulai dari anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya, mengumpulkan sampah yang masih bisa didaur ulang melalui bank sampah, serta memanfaatkan lahan kosong untuk tanaman yang bermanfaat untuk masyarakat.

Beberapa lahan kosong di KBA Tanjung Binga ditanami berbagai tanaman Toga atau tanaman obat keluarga serta sayur-mayur, selain bisa dikonsumsi warga kampung, upaya ini dilakukan untuk mewujudkan kampung wisata yang hijau dan asri. Selain memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif, KBA Tanjung Binga juga melaksanakan program grebek kampung untuk bersama mengajak warga kampung membersihkan kampung secara bergotong-royong. Dengan program grebek kampung ini diharapkan KBA Tanjung Binga akan memiliki lingkungan yang bersih dan asri.

Pilar Kesehatan Di KBA Tanjung Binga, Belitung

Kesehatan menjadi salah satu fokus utama di KBA Tanjung Binga, terutama untuk anak-anak dan remaja yang menjadi generasi muda Tanjung Binga, serta lansia. Di lingkungan KBA Tanjung Binga ada lima posyandu yang secara aktif melakukan berbagai kegiatan untuk mengoptimalkan kesehatan anak-anak, yaitu Posyandu Mawar, Balitra, Kasih Bunda, Karya Muda, dan Bhakti Ibu. Berbagai fasilitas disediakan KBA Tanjung Binga agar posyandu lebih maksimal dalam perannya untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan balita, termasuk meningkatkan gizi anak dengan contoh membuat beragam menu sehat.

KBA Tanjung Binga
Foto: IG @kba.tanjungbinga

Selain posyandu untuk bayi dan balita, juga tidak lupa diselenggarakan posyandu untuk remaja, dimana melalui posyandu ini remaja di lingkungan Kampung Binga akan mendapat sosialisasi serta pengetahuan tentang masalah kesehatan yang kerap dialami remaja, seperti anemia, berat badan, dan tinggi badan. Secara berkala juga diadakan penyuluhan tentang pernikahan dan kehamilan usia dini serta bahaya narkoba. Serta tidak lupa secara berkala masyarakat diajarkan dan dianjurkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya fokus pada posyandu anak-anak dan remaja, di KBA Tanjung Binga juga terdapat posyandu lansia, yang secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan lansia yang tinggal di lingkungan kampung Tanjung Binga. Tidak heran jika para lansia di kampung ini terlihat masih aktif melakukan berbagai kegiatan ekonomi dan lebih sehat. Bahkan, beberapa lansia masih produktif mendukung program UMKM dengan mendirikan warung untuk memasarkan produk UMKM KBA Tanjung Binga.

KBA Tanjung Binga, Menuju Kampung Wisata Belitung Masa Depan

Perlahan namun pasti, dengan mengintegrasikan empat pilar KBA dalam kehidupan masyarakat Kampung Tanjung Binga, impian menuju kampung wisata yang berwawasan dan berkelanjutan bisa diwujudkan. Butuh perjalanan panjang dan konsistensi memang, tapi bukan berarti tidak bisa diwujudkan. Apa itu kampung wisata?

Kampung wisata adalah suatu wilayah yang penduduknya memiliki kegiatan di bidang sosial dan ekonomi untuk mengembangkan usaha pariwisata yang berbasis pada potensi daya tarik alam dan buatan, termasuk nilai budaya, seni tradisi, kuliner tradisional, tatanan sosial kehidupan masyarakat setempat, dan lainnya. Dengan sejarah sebagai salah satu perkampungan nelayan tua, di mana melaut sudah menjadi bagian hidup masyarakat sehari-hari, tentu ada banyak sekali potensi pariwisata yang bisa dikembangkan di kampung ini.

Kemampuan perkampungan nelayan Tanjung Binga untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, melintasi sejarah panjang tentu akan menjadi cerita yang menarik untuk diketahui para wisatawan. Belum lagi lokasi kampung yang dikelilingi destinasi wisata, tentu akan membuat kampung ini menarik untuk dikunjungi. Ditambah lagi nilai-nilai serta tatanan sosial yang sudah turun-temurun menjadi bagian hidup masyarakat Tanjung Binga, tentu juga menarik untuk ditelusuri para pelancong yang menyukai sejarah. Dengan potensi besar ini, KBA Tanjung Binga layak untuk menjadi salah satu kampung wisata di Belitung.

Dengan mengintegrasikan empat pilar KBA seperti yang selama ini sudah dilakukan para penggerak KBA Tanjung Binga, maka impian menjadi kampung wisata yang berwawasan pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan  bukanlah hal mustahil untuk diwujudkan. Dari kampung wisata berwawasan, maka KBA Tanjung Binga akan terus berkembang menjadi kampung wisata berkelanjutan yang sejalan dengan semangat Astra untuk Indonesia.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar