Pilah Sampah Jadi Uang Bersama Bank Sampah GoBan, KBA Banjarsuri Lampung

Bank Sampah GoBan KBA Banjarsuri

Minggu pagi itu suasana Desa Banjarsuri ramai dengan celotehan anak-anak ditimpali suara ibunya yang sedang asyik mengobrol sambil menunggu kedatangan petugas yang melakukan Operasi Bank Sampah Keliling. Satu persatu rumah yang sudah memilah sampahnya didatangi petugas yang nampaknya sudah sangat akrab dengan pemilik rumah. Sambil mengobrol, petugas dan pemilik rumah mengemas sampah yang sebelumnya sudah dipilah-pilah. Pemilahan ini mempercepat kerja petugas karena memang operasi bank sampah di Desa Banjarsuri sudah berjalan bertahun-tahun dan pastinya memberikan banyak benefit tidak hanya untuk warga desa tapi juga untuk lingkungan.

Kini, sampah tidak cukup hanya dibuang pada tempatnya, sampah juga perlu diolah agar kembali memberikan manfaat dan nilai guna tidak hanya untuk masyarakat tapi juga demi menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu solusi kreatif untuk mengolah serta mengelola sampah untuk meminimalisir potensi mencemari lingkungan adalah dengan Bank Sampah. Mengapa bank sampah? Karena cara ini memiliki paradigma yang dianggap lebih solutif, yaitu mencegah timbulnya sampah (reduce), menggunakan ulang sampah (reuse), serta mendaur ulang sampah (recycle) atau 3R.

Di Indonesia, istilah bank sampah sebenarnya sudah tidak asing lagi karena sudah banyak daerah, baik desa maupun kota yang menerapkan konsep ini sebagai bagian dari program lingkungan hidup. Bahkan, dalam perkembangannya, bank sampah tidak hanya memberikan benefit atau keuntungan bagi lingkungan semata tapi juga pengumpul sampah, di mana sampah yang berhasil dikumpulkan akan dikonversi menjadi uang. Tentu saja, cara ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memilah dan memilih sampahnya sebelum dibuang.

Masalah sampah tidak boleh dipandang enteng, karena di kota-kota besar masalah sampah selalu menjadi problem serius yang dari tahun ke tahun seolah tidak pernah menemukan formula yang tepat untuk mengatasinya. Untuk itu, kesadaran mengelola sampah harus mulai ditumbuhkan sejak dini, tidak hanya di kota tapi juga di desa-desa. Kesadaran untuk mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan inilah yang kemudian mendasari para penggerak Kampung Berseri Astra (KBA) di Desa Banjarsuri, Lampung Selatan untuk menerapkan program pengelolaan sampah sebagai upaya menjaga sanitasi lingkungan desa, melalui Bank Sampah Go-Ban.

Tentang Kampung Berseri Astra (KBA) Banjarsuri, Lampung Selatan

Tahun 2021 menjadi tahun yang penting bagi Desa Banjarsuri karena terpilih menjadi salah satu keluarga besar Kampung Berseri Astra (KBA). Adapun Kampung Berseri Astra (KBA) merupakan program Kontribusi Sosial Berkelanjutan Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat melalui konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program, yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan. Melalui 4 pilar KBA ini, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kampung Berseri Astra (KBA) tersebut.

KBA Banjarsuri Lampung
Foto: Khamida/KBA Banjarsuri

Desa Banjarsuri merupakan salah satu desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Sebagai bagian dari daerah yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pelabuhan Bakauheni yang merupakan pintu gerbang menuju Pulau Sumatera, tentu ada banyak potensi yang jika dikembangkan secara maksimal bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Secara geografis, Desa Banjarsuri letaknya tidak terlalu jauh dari Gunung Rajabasa, salah satu gunung di Provinsi Lampung yang memiliki banyak sekali potensi untuk dikembangkan, seperti potensi konservasi, potensi energi panas bumi, serta yang pasti potensi wisata.

Besarnya potensi Gunung Rajabasa ini tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi Desa Banjarsuri, yang dengan kekayaan sumber daya alam melimpah membuat desa ini sejak puluhan tahun lalu dikenal sebagai kampungnya para petani jagung. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya penduduk yang memiliki mata pencaharian sebagai petani jagung. Meskipun begitu, cukup banyak warga desa yang juga menanam tanaman produktif lainnya, serta memilih untuk berwirausaha, atau menjadi peternak.

Ada lima kampung yang bernaung di bawah Desa Banjarsuri dengan segala keberagamannya, mulai dari suku, agama, hingga budaya. Meskipun begitu, warga desa hidup damai dan saling berdampingan untuk mewujudkan impian menjadikan Desa Banjarsuri sebagai desa yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif yang diimplementasikan melalui berbagai kegiatan dalam 4 pilar KBA. Diantara banyaknya kegiatan produktif di KBA Banjarsuri, ada satu kegiatan yang selain aktif dilakukan bertahun-tahun lalu dan mendapat sambutan cukup hangat dari masyarakat, yaitu Bank Sampah Go-Ban.

Pilah Sampah Jadi Uang Bersama Bank Sampah GoBan, KBA Banjarsuri Lampung

Malam itu suasana KBA Banjarsuri ramai dengan coletehan anak-anak, ada yang asyik menonton, ada yang saling bercerita tentang adegan yang ditontonnya dengan teman lainnya, dan ada juga yang asyik nonton sambil makan. Yah...itulah suasana Bioskop Desa, di mana secara rutin anak-anak diputarkan berbagai film yang bertema edukasi untuk di tonton bersama orangtua dan teman-teman. Bioskop Desa menjadi salah satu kegiatan yang didanai dari sampah yang setiap minggu dikumpulkan warga kepada petugas bank sampah keliling.

aksi kumpulkan sampah keliling bank sampah goban
Foto: Khamida/KBA Banjarsuri

Bank Sampah GoBan atau Go-Ban sebenarnya masuk dalam salah satu kegiatan positif pilar Lingkungan di KBA Banjarsuri. Tujuan awalnya adalah untuk mengurangi sampah dan membiasakan masyarakat terutama warga desa mulai dari anak-anak hingga dewasa untuk memilah sampah agar sampah yang masih bisa didaur ulang bisa dimanfaatkan kembali. 

Langkah kecil dengan menabung sampah di bank sampah ini ternyata memberikan kontribusi sangat besar untuk menjaga kebersihan dan kelestarian KBA Banjarsuri. Dalam perkembangannya, ternyata kontribusi positif bank sampah tidak hanya sebatas untuk lingkungan dan membantu perekonomian warga desa semata, karena pengelolaan yang baik dari bank sampah Go-Ban membuat kegiatan ini bisa bersinergi dengan pilar lainnya, yaitu Pendidikan, Kewirausahaan, dan Kesehatan.

Di pilar lingkungan, jelas bank sampah memberikan banyak sekali kontribusi positif untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari, seperti mendorong masyarakat untuk tahu serta terlibat dalam pengelolaan sampah secara tepat, termasuk cara memilah dan mengolah sampah. Keberadaan bank sampah juga dapat mengurangi penumpukan sampah lebih efektif, karena setelah warga desa mengumpulkan sampah secara berkala sampah-sampah tersebut akan diambil oleh petugas bank sampah keliling sesuai waktu yang disepakati. Biasanya petugas bank sampah keliling akan mengambil sampah yang sudah disiapkan warga Desa Banjarsuri setiap hari minggu pagi.

Saat ini, sudah cukup banyak warga Desa Banjarsuri yang menjadi nasabah Bank Sampah Go-Ban, tidak hanya kalangan orang dewasa dan ibu-ibu tapi juga terdapat beberapa nasabah cilik yang secara rutin selalu menabung sampah di bank sampah. Hasilnya, lingkungan KBA Banjarsuri kini mulai terlihat lebih bersih dan secara bertahap akan menuju desanya yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Tapi, apakah keberadaan bank sampah Go-Ban di KBA Banjarsuri hanya untuk memperkuat pilar lingkungan semata? Tentu tidak, ternyata dalam perkembangannya Bank Sampah Go-Ban juga ikut memperkuat pilar pendidikan, kewirausahaan, dan kesehatan, sehingga antar pilar di KBA Banjarsuri kini lebih terintegrasi.

Bank Sampah Go-Ban Memperkuat Pilar Pendidikan Di KBA Banjarsuri

Bank Sampah Go-Ban secara garis besar memiliki dua program, yaitu Program Kelola Sampah dan Program PusGaBin. Adapun program kelola sampah meliputi, sampah layak jual, sampah layak kerajinan, dan sampah layak kompos. Sedangkan untuk Program PusGaBin kegiatannya meliputi perpustakaan desa serta kelompok belajar dan kerajinan. Program PusGaBin ini memiliki korelasi yang sangat kuat dengan pilar pendidikan KBA Banjarsuri.

Dari bank sampah ini, KBA Banjarsuri mendapat rumah belajar yang kemudian menjadi perpustakaan desa, dimana ditempar ini anak-anak belajar banyak pengetahuan melalui buku-buku, majalah, dan koleksi perpustakaan lainnya, yang tentu saja akan membantu meningkatkan literasi membaca dikalangan anak usia sekolah. Tahu kan! Kalau angka literasi anak usia sekolah di Indonesia masih tergolong rendah.

Selain perpustakaan desa, dari aktivitas menabung di bank sampah Go-Ban, anak-anak juga mendapatkan benefit lainnya, yaitu privat bahasa inggris dan kegiatan belajar tahsin. Duh...orangtua mana yang tidak senang melihat anak-anaknya melakukan aktivitas positif selain belajar untuk sekolah. Bahkan tidak hanya itu, dari aktivitas menabung di bank sampah Go-Ban, anak-anak di KBA Banjarsuri sejak dini belajar untuk mengelola keuangan dengan baik, yang tentu bermanfaat untuk meningkatkan literasi keuangan pada anak. 

Bank Sampah Go-Ban Memperkuat Pilar Kewirausahaan Di KBA Banjarsuri

Secara berkala, pihak Bank Sampah Go-Ban juga mengadakan berbagai pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan di KBA Banjarsuri. Apalagi ada banyak sekali materi pelatihan kewirausahaan yang bisa dibagikan untuk warga desa dengan hanya memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Butuh modal? Nah, dengan rajin menabung di bank sampah Go-Ban, maka hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai modal untuk memulai usaha berskala UMKM.

Mau berkreasi dengan sampah? Bank Sampah Go-Ban juga menyediakan kelas pelatihan bagi yang ingin berkreasi dengan sampah agar memberikan manfaat ekonomi lebih besar. Dengan mengikuti pelatihan ini, warga desa yang tertarik ingin mendaur ulang sampah menjadi barang kerajinan yang layak jual diberikan kesempatan untuk belajar sekaligus dibantu pemasarannya. Jadi, aktivitas menabung di bank sampah ternyata memberikan kesempatan bagi warga desa untuk meningkatkan perekonomian sekaligus memupuk semangat berwirausaha.

Bank Sampah Go-Ban Memperkuar Pilar Kesehatan Di KBA Banjarsuri

KBA Banjarsuri memiliki dua kegiatan yang berhubungan dengan pilar kesehatan, yaitu posyandu anak-anak dan lansia. Meskipun tidak memberikan pelayanan kesehatan karena hal tersebut wajib dilakukan oleh bidan desa atau tenaga kesehatan, namun bank sampah banyak mendukung aktivitas untuk menyukseskan program tersebut, seperti memberikan bantuan penyediaan makanan sehat bagi anak saat mengikuti kegiatan posyandu serta memberikan sumbangan sembako bagi lansia yang karena kondisinya tidak dapat melakukan kegiatan ekonomi.

Sampah yang sudah dipilah ternyata tidak hanya menjadi uang, di KBA Banjarsuri, Lampung ada banyak kegiatan positif untuk memperkuat 4 pilar yang dilakukan atas dukungan Bank Sampah Go-Ban. Dengan makin eksisnya bank sampah, tingkat partisipasi masyarakat untuk mendukung berbagai kegiatan positif di lingkungan KBA Banjarsuri pun terus meningkat. Tingkat partisipasi masyarakat iniah yang akan menyukseskan terlaksananya 4 pilar di KBA Banjarsuri. 

Pemberdayaan masyarakat melalui program Bank Sampah Go-Ban KBA Banjarsuri yang bekerja sama dengan kemitraan terkait kedepannya dapat meningkatkan partisipasi, interaksi, dan komunikasi serta meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Bahkan tidak hanya itu, keberadaan Bank Sampah Go-Ban ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat dengan berkurangnya timbunan sampah di lingkungan yang seharusnya masih bisa dimanfaatkan, sehingga kedepannya akan terwujud lingkungan sehat yang bersih, hijau, dan nyaman. 

kegiatan di KBA Banjarsuri Lampung
Foto: Khamida/KBA Banjarsuri

Manfaat dari segi ekonomi? Sudah pasti karena sudah terbukti nyata Bank Sampah Go-Ban membantu warga desa untuk mendapatkan tambahan penghasilan baru untuk meningkatkan kualitas perekonomiannya. Bersama Bank Sampah Go-Ban, KBA Banjarsuri bergerak maju untuk bersama mewujudkan wilayah kampung yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif menuju desa berkelanjutan masa kini dan masa yang akan datang.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar