Pentingnya Bunda Memiliki Kecakapan Digital

bunda cakap digital

Halo, Salam Kenal! Selamat Datang Di Blog Bunda Digital yang membahas serba-serbi kehidupan para Bunda, baik sebagai diri sendiri, sebagai istri, maupun sebagai Bunda dari putra/putri tercinta, di masa di mana teknologi digital berkembang sangat pesat.

Tahukah Bunda, jika sampai saat ini pemahaman dan pengetahuan literasi digital di Indonesia terutama dikalangan ibu rumah tangga masih tergolong rendah. Padahal Bunda adalah sosok paling penting dalam keluarga yang memiliki peran besar dalam pola pengasuhan dan pendampingan anak-anak, dari lahir hingga dewasa kelak. Alasan inilah yang membuat banyak pihak terus mengupayakan agar ibu rumah tangga memiliki literasi digital yang baik.

Nah, sebelum membahas lebih lanjut tentang pentingnya literasi digital bagi ibu rumah tangga, harus tahu dulu nih apa itu literasi digital. 

Apa Itu Literasi Digital

Bagi Bunda yang masih kebingungan dengan istilah Literasi Digital, berikut penjelasannya. Literasi Digital adalah pengetahuan yang dimiliki seseorang atau pengguna terhadap berbagai fitur yang terdapat pada media digital. Adapun media digital yang dimkasud di sini adalah informasi yang bisa diakses seseorang dan dibagikan melalui perantara berbagai perangkat teknologi, seperti komputer/laptop, smartphone, dan lainnya. Sedangkan yang dimaksud pengetahuan meliputi kemampuan untuk mengumpulkan, menggunakan, dan memanfaatkan media digital secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Penting untuk diketahui, dalam literasi digital, ada empat prinsip yang harus diterapkan dengan baik, yaitu pemahaman, ketergantungan, faktor sosial, hingga kurasi. Empat faktor itu harus menjadi acuan saat seseorang mengakses media digital, dimana salah satunya adalah media sosial. Langkah pertama, tentu saja harus memahami berita apa yang diakses atau informasi apa yang disampaikan melalui media tersebut.

Kedua, yang harus dipahami adalah antara media yang satu dengan yang lain biasanya saling terkait sehingga bukan tidak mungkin informasi tersebut saling terkait juga. Selanjutnya, informasi tersebut sesungguhnya boleh-boleh saja disebarkan ke lingkungan sosial bahkan ada beberapa informasi yang memang penting harus diketahui banyak orang. Tapi ingat Bunda, sebelum melakukan aksi menyebarkan informasi yang diperoleh melalui media digital, sebaiknya lakukan langkah cek dan ricek dahulu agar tidak menyebarkan hoaks.

Keempat adalah kurasi, seseorang dikatakan memiliki kecakapan digital yang baik jika sudah mampu melakukan kurasi atau memilah mana informasi yang layak dipercaya dan mana yang tidak benar. Tentu untuk bisa luwes melakukan kurasi, Bunda juga harus telah menerapkan prinsip-prinsip literasi digital sebelumnya. Keberhasilan menerapkan prinsip kurasi di kalangan masyarakat terutama para Bunda akan membantu mengurangi penyebaran hoaks yang tentu saja berdampak sangat merugikan di lingkungan sosial.

Manfaat Literasi Digital

Sampai saat ini, masalah penyebaran hoaks di kalangan masyarakat masih sangat memprihatinkan. Kemajuan teknologi digital yang ditandai dengan kemudahan mengakses berbagai informasi hanya melalui perangkat kecil yang disebut smartphone, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif. Tapi nyatanya, kemampuan masyarakat untuk memilih dan memilah informasi yang benar masih tergolong rendah, dan hal ini dibuktikan dengan berbagai penelitian yang sudah dilakukan.

Namun, dibalik banyaknya tantangan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat, sesungguhnya ada banyak manfaat lho jika hal ini berhasil dilakukan. Apa saja manfaat tersebut? Berikut ulasannya.

  1. Dapat meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis dalam memahami suatu informasi, dan hal ini akan membuat seseorang lebih berwawasan.
  2. Dapat mengakses informasi dengan lebih cepat, dan tentu saja akurat dari sumber terpercaya.
  3. Dapat membantu seseorang membuat keputusan lebih cepat dan tepat sasaran.
  4. Membantu seseorang memiliki diksi atau bahasa yang baik serta efisien dalam menyampaikan sesuatu.
  5. Dapat membantu memperluas jaringan pertemanan yang memiliki dampak positif bagi kemajuan diri sendiri, apalagi saat ini sudah banyak komunitas online yang membantu meningkatkan keterampilan atau keahlian seseorang terutama ibu rumah tangga.

Saatnya Bunda Memiliki Kecakapan Digital

"Jarimu, Harimaumu," istilah peribahasa ini tentunya sudah tidak asing lagi dikalangan pengakses media digital termasuk Bunda tentunya. Peribahasa ini menunjukkan betapa seorang Bunda harus memiliki kecakapan digital agar tidak tergelincir pada situasi di mana keinginan mengakses media digital khususnya media sosial berbuah petaka atau masalah. 

Banyak orang menganggap literasi digital hanya sebatas kecakapan menggunakan internet dan media digital, padahal tidak demikian. Seseorang dikatakan memiliki kecakapan digital jika tidak hanya mempu menggunakan perangkat teknologi, internet, dan media digital saja tapi juga tahu serta memahami etika dalam bermedia digital. Jadi Bunda, memiliki kecakapan digital artinya memiliki digital skills, digital ethics, digital culture, dan tentu saja digital safety. 

Tentu untuk mencapai kondisi ideal dimana Bunda memiliki kecakapan digital yang baik bukanlah hal mudah. Padahal hal ini sangat penting mengingat ibu memiliki tanggung jawab besar terhadap kualitas generasi muda harapan bangsa di masa yang akan datang. Meskipun tidak mudah, ayo Bunda mulailah dari sekarang untuk memiliki kecakapan digital, di mana Bunda setidaknya memiliki kemampuan dalam:
  • Digital Skills, yang erat hubungannya dengan kemampuan untuk menemukan, mengevaluasi, menggunakan, berbagi, dan membuat konten dengan perangkat digital, seperti komputer dan smartphone. Keterampilan ini sangat bermanfaat lho Bunda, tidak hanya memperkaya serta membuka wawasan yang lebih luas, tapi juga memberikan benefit ekonomi jika Bunda bisa memanfaatkan keterampilan ini untuk membuka bisnis atau bekerja dari rumah. Sudah banyak lho Bunda yang berhasil memanfaatkan keahlian ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan meskipun menjadi ibu rumah tangga.
  • Digital Ethics, atau disebut juga etika digital merupakan kemampuan seseorang dalam menyadari, menyesuaikan diri, mencontohkan, mempertimbangkan, serta merasionalkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya etika dalam teknologi, maka akan tercipta batasan sikap serta perilaku yang pantas dalam menggunakan media digital. Etika digital tentunya akan membantu Bunda memiliki kecakapan digital tidak hanya untuk hal-hal yang positif tapi juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, baik bagi diri sendiri maupun dalam perannya sebagai ibu dari anak-anaknya yang merupakan generasi penerus harapan bangsa.
  • Digital Culture, merupakan sebuah konsep yang menggambarkan gagasan bahwa keberadaan teknologi dan jaringan internet secara signifikan membentuk cara masyarakat berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi sebagai manusia yang merupakan bagian dari lingkungan masyarakat. Di masa sekarang dimana teknologi digital berkembang sangat pesat, keberadaan digital culture sangatlah penting, karena dapat membantu mempermudah dan mempercepat berbagai pekerjaan, memperluas jangkauan, menciptakan inovasi dan kreativitas tanpa batas, memperluas jaringan serta masih banyak hal lainnya. 
  • Digital Culture, di satu sisi memang menciptakan banyak kemudahan dan akses informasi tanpa batas bagi penggunanya ya Bunda, tapi ingat di sisi yang lain jika budaya ini tidak diimbangi kecakapan digital lainnya maka bisa saja memunculkan hal negatif yang merugikan. Salah satu yang akan dibahas selanjutnya adalah memiliki kecakapan digital dalam hal keamanan dalam menggunakan media digital.
Digital Safety, yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk menjaga serta melindungi data serta aset pribadi di ranah digital, di mana segala informasi dapat dengan mudah diakses kapan saja dan darimana saja. Indeks digital safety khususnya dikalangan ibu rumah tangga harus ditingkatkan mengingat dari hari ke hari kejahatan digital makin mengkhawatitkan. Tidak hanya membahayakan diri Bunda sendiri tapi juga keluarga terutama anak-anak. Sebelum mengunggah data pribadi di dunia digital, pastikan Bunda sudah cakap dalam upaya mengamankan data pribadi dan keluarga, agar kejahatan digital bisa diminimalisir.
Dalam upaya meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat, terutama ibu rumah tangga perlu usaha bersama, tidak hanya menjadi beban satu pihak. Masyarakat sebagai pengguna juga harus tahu bagaimana menjaga dirinya di rimba dunia digital yang bak pisau bermata dua, di satu sisi memberikan banyak peluang positif namun disisi yang lain juga memiliki banyak dampak negatif. Inilah alasannya mengapa Bunda harus memiliki kecakapan digital agar bisa memanfaatkan media digital untuk meningkatkan kualitas hidup, tidak hanya dirinya tapi juga keluarga. Salam Literasi Digital buat Semua Bunda dimana pun berada!
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar